Rabu, 29 Desember 2010

Seekor anjing gembala Jerman

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Malang nian nasib Rebel, seekor anjing gembala Jerman berusia delapan bulan ini. Kepalanya secara tak sengaja terjebak dalam lubang dinding sempit, selebar kira-kira 45 cm, di Desert Hot Springs, California, Amerika Serikat (AS).

Rebel terus mendengking dan menggonggong, sampai seorang rekan majikannya mendengarnya. Ia lalu bergegas menelpon Petugas Layanan Binatang (CAS) wilayah setempat.

Petugas dengan cekatan menarik belakang kepala Rebel. Seolah ingin menunjukkan rasa tidak nyaman yang dideritanya, Rebel sesekali mengencangkan kakinya saat proses pembebasannya berlangsung.

Akhirnya, setelah 30 menit, Rebel pun berhasil dibebaskan dari lubang sempit itu. Beruntung ia tidak mengalami cedera berarti.

Senin, 20 Desember 2010

Terdakwa Haposan Hutagalung

Terdakwa Haposan Hutagalung membantah bahwa bungkusan warna coklat yang diterima sopirnya, Nasikin, dari Gayus Halomoan Tambunan di halte Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) adalah uang. Menurut dia, bungkusan itu hanya surat.

"Bukan uang, itu surat. Saya suruh sopir saya, ada titipan fotokopi surat dari Gayus," ucap Haposan saat diperiksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/12/2010).

Jawaban itu disampaikan ketika dikonfirmasi hakim soal pengakuan Gayus bahwa ia menyerahkan uang ke Haposan melalui Nasikin.

"Banyak tidak suratnya?" tanya hakim.

"Enggak, 3-4 lembar, dilipat," jawab Haposan.

Keterangan Haposan berbeda dengan keterangan sopirnya. Menurut Nasikin, amplop itu tebal. Lantaran mengganggu ketika menyetir, amplop itu kemudian dikeluarkan dari kantong celananya.

Haposan mengaku sama sekali tidak pernah menerima uang dari Gayus di luar biaya untuk tim pengacara. Menurut dia, uang untuk honor pengacara senilai Rp 800 juta dan untuk biaya operasional senilai 45.000 dollar AS. "Cuma itu, di luar itu enggak ada," katanya.

Selain tak mengaku menerima uang dari Gayus, Haposan juga mengaku tidak pernah memberikan uang ke penyidik Bareskrim Polri selama penyidikan. Menurut Haposan, dikabulkannya permintaan agar Gayus tidak ditahan, rumah di Kelapa Gading tidak disita, dan rekening di Bank Mandiri tidak diblokir tanpa menyerahkan uang.

"Itu Gayus yang minta. Saya sampaikan ke Kompol Arafat Enanie dan terwujud semua," kata Haposan.

"Berarti Arafat berwenang sekali?" tanya hakim.

"Yang saya tahu, kasus itu atensi Pak Kaba (Kepala Bareskrim Komjen Susno Duadji)," jawab Haposan.

Seperti diberitakan, Gayus mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp 25 miliar ke Haposan selama kasus korupsi, pencucian uang, dan penggelapan yang menjeratnya ditangani di Polri dan Kejaksaan. Selain di sekitar BEJ, Gayus mengaku menyerahkan uang itu di McDonald's Kelapa Gading, Kedai Kopi Kelapa Gading, dan Starbucks Pacific Place. Demikian catatan online Cililins tentang Terdakwa Haposan Hutagalung.

Sabtu, 18 Desember 2010

Reputasi kepemimpinan

Reputasi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Oktober 2004 lalu menunjukkan grafik menanjak, tetapi sampai di penghujung tahun 2005 ada kecenderungan menurun itu. Sukses Presiden SBY tersebut tidak bisa dilepaskan dari kiprah Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Ironisnya, dukungan dari pihak istana dianggap tidak terlalu jelas, terutama saat terjadi kriminalisasi terhadap pimpinan KPK, Bibit-Chandra.

"Begitu ada serangan balik kepada KPK dan Tipikor, sementara teman-teman DPR nggak enjoy dengan KPK, berkolaborasi dengan pemerintah yang mendiamkan saja," ujar Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra saat acara diskusi Polemik di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (18/12/2010).

Selain itu, lanjut Saldi, adanya masa jabatan Busyro Muqoddas di KPK yang hanya dipatok 1 tahun juga merupakan indikasi tidak adanya kesukaan terhadap KPK baik dari pemerintah dan legislatif.

"Kenapa tiba-tiba mereka harus menetapkan masa jabatan Busyro jadi 1 tahun? Saya ajak teman-teman DPR, masa jabatan pimpinan KPK itu 4 tahun, tidak ada di Undang-undang tentang KPK, tidak ada itu 1 tahun. Semangat istana, bersambutan dengan DPR yang tidak nyaman dengan KPK," tandasnya. Demikian catatan online Cililins tentang Reputasi kepemimpinan.

Sabtu, 04 Desember 2010

Forum Komunikasi Petugas Parkir Yogyakarta

Ketua Forum Komunikasi Petugas Parkir Yogyakarta (FKPPY), Sigit Karlana Putra (43) mengaku kecewa dengan perilaku sejumlah petugas parkir yang tidak tertib. Pengarahan yang dilakukan oleh FKPPY tentang etika dan tata cara parkir sering dilanggar oleh beberapa petugas parkir.

Perilaku petugas parkir yang menjadi sorotan Sigit adalah penataan parkir yang mengganggu kepentingan umum. Menurut Sigit, aktivitas parkir tidak boleh merampas hak pejalan kaki, terutama akses jalan khusus yang diperuntukan bagi kaum difabel. “Kami sering memberikan sapaan simpatik bagi juru parkir yang masih menggunakan jalur difabel untuk parkir kendaraan,” ujarnya kepada Tribun, Sabtu (4/12/2010).

Pemandangan yang dimaksud Sigit ini bisa dijumpai di sepanjang Jalan P Mangkubumi. Trotoar yang ada di kawasan tersebut sudah beralih fungsi. Fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki dipenuhi dengan sejumlah mobil yang diparkir di tempat tersebut.

Pemandangan serupa juga terlihat di sepanjang Jalan Cik di Tiro. Sejumlah mobil diparkir sejajar di kiri jalan, mulai dari samping RSU Panti Rapih hingga seberang Kampus UII. Selain memenuhi trotoar, mobil-mobil yang diparkir juga menggunakan jalur khusus yang diperuntukkan untuk kaum difabel.

Sebagai Ketua FKPPY, Sigit selalu melakukan evaluasi terhadap para juru parkir (Jukir). Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk mengetahui kinerja yang dilakukan jukir selama satu bulan. Dia juga menambahkan apabila ada Jukir yang tidak memahami fungsi difabel dan pengaturan lahan parkir, maka dilakukan diskusi antar Jukir yang dilakukan setiap tanggal 15.

“Kami biasanya memberi pemahaman dan teguran kepada jukir yang belum bisa tertib untuk melayani parkir,” tambahnya

Menurut bapak tiga anak ini, penggunaan jalan khusus difabel dan bahu jalan untuk kepentingan parkir, adalah suatu bentuk tindakan jukir nakal untuk menambah setoran. Dia juga menjelaskan bahwa sekarang ini beberapa Jukir sudah memahami dan menghormati difabel. “Sejauh ini hampir semua Jukir sudah memahami jalur khusus untuk kaum difabel,” katanya.

Purnomo Raharjo, Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menjelaskan, Unit Pengendalian Operasional juga melakukan operasi ketertiban yang dilakukan setiap hari. “Selama ini belum ditemukan adanya penyalahgunaan jalur khusus difabel untuk tempat parkir,” katanya. Demikian catatan online Cililins tentang Forum Komunikasi Petugas Parkir Yogyakarta.
 
 
Copyright © 2013 Cililins All Rights Reserved
Animal World