Jumat, 18 November 2011

Sofjan Wanandi

Ketua Umum Pengurus Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, mengatakan bahwa beberapa negara besar seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, dan China, menyepakati untuk mendorong agar iklim investasi di negara-negara ASEAN meningkat.

Keinginan untuk mendorong investasi ke negara ASEAN lantaran krisis yang menerpa Eropa dan Amerika Serikat. Dengan krisis itu, Sofjan optimistis iklim investasi akan bergeser dalam waktu dekat.

"Kemungkinan investasi bergeser ke Asia. Yang terpenting adalah kita harus bisa memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Sofjan saat memberikan keterangan resmi di Nusa Dua, Bali, Jumat 18 November 2011.

Menurut Sofjan, pembicaraan kerja sama itu sebenarnya sudah terbangun sejak lama. Ia pun sudah memberikan masukan kepada pemerintah agar ASEAN Economic harus betul-betul dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa.

"PM Jepang sudah dikonfirmasi Menlu AS, Hillary Clinton. AS sendiri setuju soal ASEAN Connectivity. Sebab, satu-satunya pusat pertumbuhan adalah Asia. Eropa dan AS pertumbuhannya paling rendah. Sementara itu, krisis ini akan berlangsung hingga lima tahun ke depan," ujar Sofjan.

Selain itu, PM Australia sudah berkomitmen dengan hal ini. Begitu juga dengan Jepang, India, dan China. Beberapa pengusaha juga berkomitmen untuk ASEAN. Rangkaian kerja sama akan segera ditandatangani.

Sofjan mencontohkan, hari ini Indonesia sudah menandatangani perjanjian dengan China untuk membangun jalur kereta api di Pulau Sumatera, tepatnya mulai Muara Enim, Sumatera Selatan, ke Bandar Lampung sepanjang kurang lebih 300 kilometer.

Biaya yang digelontorkan sindikasi perbankan yang terdiri atas empat bank asal China, seperti Bank of China, ICBC, China Development Bank, dan Exim Bank of China itu sebesar US$ 1,3 miliar.

"Itu hanya untuk infrastruktur. Mulai kerja tahun depan. Tapi, juga yang terpenting dari kerja sama itu adalah melakukan pembenahan di negara-negara ASEAN. Sebab, kepincangan di ASEAN masih tinggi. Ini harus dibenahi dulu biar negara-negara ASEAN merasa menikmati semua ini," katanya.
 
 
Copyright © 2013 Cililins All Rights Reserved
Animal World