Rabu, 25 Januari 2012

Kakak Beradik Tewas Di Tahanan

Mabes Polri belum menemukan adanya tanda-tanda penyiksaan dari mayat kakak beradik yang tewas di dalam tahanan Polres Sijunjung, Sumatera Barat.

Menurut Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komisaris Jenderal Polisi Sutarman, dari pemeriksaan diketahui adanya tekanan benda tumpul di leher yang menyebabkan kematian dua anak di dalam tahanan pada 28 Desember 2011 itu.

"Bisa kita jelaskan bahwa dari hasil otopsi yang dilakukan, meninggalnya karena tekanan benda tumpul di lehernya," ujar Sutarman di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2012.

Sebelumnya, G yang berumur 17 tahun dan adiknya Fs yang berumur 14 tahun dilaporkan polisi tewas tergantung di kamar mandi ruang tahanan. Dua anak yang dituduh mencuri kotak amal dan sepeda motor itu dilaporkan meninggal karena bunuh diri.

Saat ini, Bareskrim telah membentuk tim yang dipimpin Inspektur Pengawasan Umum bersama dengan Propam dan Bareskrim yang sudah diturunkan ke lokasi kejadian sejak hari ini.

"Mudah-mudahan cepat ada hasilnya," katanya.

Sebelumnya, Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sumatera Barat akan mengirimkan hasil temukan mereka terkait kematian kakak beradik ini. Laporan akan dilaporkan ke Komnas HAM pusat di Jakarta.

Komnas HAM menyayangkan tidak diserahkannya sejumlah bukti yang dibutuhkan untuk mengklarifikasi kasus tersebut. Misalnya alat yang digunakan kedua kakak beradik itu untuk bunuh diri dan hasil visum RS M. Djamil yang saat ini masih berada di tangan kepolisian.

Pihak keluarga menduga, ada kejanggalan atas tewasnya mereka. Sedangkan polisi mengaku, kematian kedua anak itu karena bunuh diri.

Terkait kasus ini, kepolisian telah menjatuhkan hukuman disiplin pada sembilan anggota polisi di jajaran Polres Sijunjung tujuh dari Polsek Sijunjung dan dua dari Polres Sijunjung. Tapi belum ada satupun yang diajukan ke pengadilan.

Petenis asal Jepang Kei Nishikori

Petenis asal Jepang, Kei Nishikori, mengatakan bahwa ia masih jauh dari puncak kariernya walaupun secara mengejutkan berhasil masuk ke perempat final Australia Terbuka. Penampilan impresif di grand slam itu menjadikannya orang Jepang pertama setelah 80 tahun yang masuk ke babak delapan besar Australia Terbuka, berkat kemenangan mengejutkan atas petenis Perancis, Jo Wilfried Tsonga.

Orang Asia berbeda. Anda akan mencapai punca fisik anda pada umur 25 atau 26 tahun. Ini berbeda dengan negara lain. Sayang, langkah Nishikori untuk terus membuat kejutan harus terhenti. Dia gagal melewati hadangan petenis Inggris yang menempati unggulan keempat, Andy Murray, Rabu (25/1/12).

Dalam keteranganya setelah kekalahan 3-6, 3-6, 1-6 di Rod Laver Arena, Nishikori mengaku senang dengan pencapaiannya di Australia Terbuka. Nishikori diprediksikan masuk peringkat 20 besar dunia, ketika daftar ranking ATP dirilis pada 30 Januari nanti.

"Itu berita yang menyenangkan bagi saya karena tujuan saya sendiri adalah masuk ke peringkat 20 dunia. Itu merupakan minggu yang fantastis bagi saya. Sekarang saya akan mencoba untuk masuk ke peringkat 15 besar dunia," ujarnya.

Petenis berusia 22 tahun ini juga mengatakan bahwa ia masih kuat bermain tenis dalam beberapa tahun lagi. "Orang Asia berbeda. Anda akan mencapai punca fisik anda pada umur 25 atau 26 tahun. Ini berbeda dengan negara lain," ujar petenis peringkat 26 dunia tersebut.

Murray mengatakan bahwa Nishikori merupakan pemain yang cerdas, tapi memiliki kelemahan pada tinggi badan. "Untuk itu saya memanfaatkan tinggi badan saya untuk mengalahkannya," ujar Murray.

Nishikori sendiri yang sempat menduduki peringkat 98 dunia berhasil meroket hingga peringkat 26 dunia pada akhir tahun 2011. Sukses tersebut tidak lepas dari prestasinya sepanjang 2011, di mana dia masuk final dua kali dan berhasil mengandaskan petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic.

Senin, 09 Januari 2012

Komisaris Besar Agus Sulistiyono meninggal dunia

Kapolresta Palembang Komisaris Besar Agus Sulistiyono meninggal dunia akibat serangan jantung di Rumah Sakit Umum Pusat dr Mohammad Husein (RSMH), Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (10/1/2012) pukul 03.50.

Alumnus Akademi Kepolisian angkatan 1990 ini berobat ke bagian spesialis jantung RSMH dengan keluhan nyeri dada, Senin (9/1/2012) sekitar pukul 20.00. Almarhum sempat dirawat di bagian VIP Jantung RSMH. Kondisinya memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pukul 03.50 keesokan harinya.

Almarhum meninggalkan satu istri dan dua anak. Pemakaman direncanakan dilakukan di rumah duka di Tuban, Jawa Timur. Jenazah telah diberangkatkan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pukul 09.00 ke Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, untuk selanjutnya menuju Tuban.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Sabaruddin Ginting menyatakan, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan sangat berduka cita atas meninggalnya rekan mereka.

”Almarhum dikenal rajin dan ulet dalam memimpin Polresta Palembang serta tipe pemimpin yang banyak ide dan inovasi perumusan cara bertindak dalam pelaksanaan tugas,” katanya.

Tugas-tugas Kapolresta Palembang untuk sementara diemban oleh Wakil Kapolresta Palembang AKBP Kasihana Abdul Sholeh.
 
 
Copyright © 2013 Cililins All Rights Reserved
Animal World